Biaya Hidup Pelajar di Jepang dan Australia
image: freepik.com

Memilih tujuan untuk melanjutkan pendidikan atau memulai karir di panggung global adalah sebuah keputusan besar. Dua negara yang sering menjadi primadona bagi masyarakat Indonesia adalah Jepang dan Australia. Keduanya menawarkan kualitas pendidikan kelas dunia, budaya yang unik, dan kesempatan karir yang menjanjikan.

Namun, di balik semua pesona itu, ada satu faktor krusial yang harus menjadi pertimbangan utama Anda: biaya hidup. Memahami rincian pengeluaran bulanan akan menentukan kelancaran dan kenyamanan Anda selama di sana. Artikel ini akan mengupas tuntas perbandingan biaya hidup pelajar di Jepang dan Australia, memberikan Anda gambaran yang jelas untuk merencanakan langkah besar dalam perjalanan studi di luar negeri Anda.

Baca juga: Gagal Apply Visa Kerja Australia? Inilah Rahasia Lolos dengan Mudah dan Raih Impian Anda

Rincian Lengkap Biaya Hidup di Jepang per Bulan

Jepang terkenal dengan keteraturan, teknologi, dan budayanya yang memesona. Banyak yang beranggapan bahwa hidup di sana sangat mahal. Anggapan ini tidak sepenuhnya salah, namun juga tidak sepenuhnya benar. Dengan perencanaan yang cermat, memahami rincian biaya hidup di Jepang menjadi langkah awal yang penting, terutama bagi Anda yang bercita-cita untuk kuliah di Jepang.

1. Akomodasi (Tempat Tinggal)

    Ini adalah pos pengeluaran terbesar. Pilihannya beragam, mulai dari asrama kampus (ryo) yang lebih terjangkau, apartemen (apato), hingga berbagi rumah (share house). Di kota besar seperti Tokyo, biaya sewa apartemen kecil bisa mencapai ¥70,000¥100,000 (Rp 7,3 juta – Rp 10,5 juta). Namun, di kota-kota lain yang lebih kecil, Anda bisa menemukan tempat tinggal yang layak seharga ¥40,000¥60,000 (Rp 4,2 juta – Rp 6,3 juta) per bulan.

    2. Makanan dan Kebutuhan Harian

      Kunci untuk berhemat adalah dengan memasak sendiri (jisui). Biaya belanja bahan makanan di supermarket untuk satu bulan berkisar antara ¥30,000¥40,000 (Rp 3,15 juta – Rp 4,2 juta). Makan di luar sesekali untuk menikmati ramen atau donburi bisa menghabiskan sekitar ¥800¥1,500 (Rp 84.000 – Rp 157.000) per porsi.

      3. Transportasi Publik

        Sistem transportasi publik di Jepang sangat efisien. Jika Anda tinggal di dekat kampus atau tempat kerja, mungkin Anda hanya perlu sepeda. Namun, jika harus menggunakan kereta atau bus, biaya langganan bulanan (commuter pass) berkisar antara ¥5,000¥15,000 (Rp 525.000 – Rp 1,57 juta), tergantung jarak. Ini adalah pertimbangan penting bagi siapa pun yang berencana untuk kerja di Jepang.

        4. Utilitas dan Komunikasi

          Biaya ini mencakup listrik, gas, air, internet, dan paket ponsel. Totalnya bisa mencapai sekitar ¥15,000¥25,000 (Rp 1,57 juta – Rp 2,62 juta) per bulan. Musim dingin biasanya membuat tagihan listrik sedikit lebih tinggi karena penggunaan pemanas.

          Secara total, perkiraan biaya hidup di Jepang untuk seorang pelajar atau perantau muda adalah sekitar ¥100,000 hingga ¥170,000 (Rp 10,5 juta – Rp 17,85 juta) per bulan, sangat bergantung pada kota dan gaya hidup Anda.

          Baca juga: Syarat Kerja di Jepang: Panduan Lengkap Bekerja Mandiri di Negeri Sakura

          Mengupas Tuntas Biaya Hidup Australia untuk Pelajar

          Australia, dengan gaya hidupnya yang lebih santai dan multikultural, juga menjadi destinasi favorit. Namun, bagaimana perbandingan biayanya dengan Jepang? Secara umum, biaya hidup Australia cenderung lebih tinggi, terutama di kota-kota besar seperti Sydney dan Melbourne.

          1. Akomodasi (Share House & Kampus)

            Akomodasi adalah pengeluaran utama bagi mereka yang ingin kuliah di Australia. Menyewa kamar di share house adalah pilihan paling umum, dengan biaya sekitar AUD $700AUD $1,200 (Rp 7,7 juta – Rp 13,2 juta) per bulan. Akomodasi di dalam kampus biasanya sedikit lebih mahal.

            2. Belanja Makanan dan Gaya Hidup

              Biaya belanja di supermarket seperti Coles atau Woolworths untuk kebutuhan sebulan bisa mencapai AUD $400AUD $600 (Rp 4,4 juta – Rp 6,6 juta). Makan di luar akan jauh lebih mahal dibandingkan Jepang, dengan satu porsi makanan di kafe atau food court bisa seharga AUD $15AUD $25 (Rp 165.000 – Rp 275.000).

              3. Transportasi (Bus, Tram, Kereta)

                Sistem transportasi publik di kota-kota Australia menggunakan kartu pintar seperti Opal (Sydney) atau Myki (Melbourne). Anggaran transportasi bulanan bisa berkisar antara AUD $150AUD $200 (Rp 1,65 juta – Rp 2,2 juta).

                4. Asuransi Kesehatan dan Lainnya

                  Pelajar internasional diwajibkan memiliki Overseas Student Health Cover (OSHC) yang biayanya sekitar AUD $50AUD $60 (Rp 550.000 – Rp 660.000) per bulan. Ditambah utilitas dan internet, pos ini bisa menghabiskan sekitar AUD $200AUD $250 (Rp 2,2 juta – Rp 2,75 juta) per bulan.

                  Jika dijumlahkan, total estimasi biaya hidup Australia adalah sekitar AUD $1,450 hingga AUD $2,250 (Rp 15,95 juta – Rp 24,75 juta) per bulan. Angka ini menegaskan bahwa biaya hidup di Australia memang relatif lebih tinggi dari biaya hidup di Jepang.

                  Baca juga: Visa Pelajar ke Visa Kerja: Panduan Lengkap Mengubah Status Tinggal Anda di Luar Negeri

                  Perbandingan Langsung: Jepang vs Australia, Mana Lebih Hemat?

                  Setelah melihat rinciannya, mari kita buat perbandingan langsung untuk membantu Anda memutuskan. Keputusan akhir sangat bergantung pada prioritas dan kemampuan finansial Anda.

                  1. Akomodasi

                    Jepang menang tipis, terutama jika Anda bersedia tinggal di kota yang tidak terlalu besar. Pilihan akomodasi terjangkau di Jepang umumnya lebih banyak daripada di kota-kota utama Australia.

                    2. Makanan

                      Jepang jelas lebih hemat. Budaya makan di luar dengan harga terjangkau (seperti di konbini atau kedai soba) membuat pengeluaran makanan lebih mudah dikontrol. Memasak sendiri di kedua negara adalah cara terbaik untuk berhemat, namun harga bahan pokok di Australia cenderung lebih tinggi. Ini adalah pertimbangan besar untuk rencana kuliah di Jepang.

                      3. Peluang Kerja Paruh Waktu

                        Di sinilah Australia unggul. Upah minimum di Australia adalah salah satu yang tertinggi di dunia. Gaji dari kerja paruh waktu (yang diizinkan untuk pelajar) dapat secara signifikan membantu menutupi biaya hidup Australia yang tinggi. Sementara itu, mencari peluang kerja di Jepang mungkin memerlukan kemampuan bahasa Jepang yang lebih baik, meskipun gajinya juga kompetitif.

                        Secara angka di atas kertas, total biaya hidup di Jepang secara keseluruhan lebih rendah dibandingkan Australia. Bagi Anda yang memiliki anggaran lebih terbatas, Jepang bisa menjadi pilihan yang lebih realistis. Namun, potensi penghasilan paruh waktu yang lebih tinggi di Australia bisa menjadi penyeimbang. Perencanaan matang untuk studi di luar negeri harus memasukkan semua faktor ini.

                        Baca juga: Visa Kerja Australia WNI: Pilih yang Paling Cocok!

                        Persiapan Anda Dimulai dari Sini!

                        Memahami perbandingan biaya hidup pelajar di Jepang dan Australia adalah langkah pertama yang sangat cerdas. Baik Anda akhirnya memutuskan untuk kuliah di Jepang dengan segala keunikan budayanya, atau memilih kuliah di Australia dengan gaya hidupnya yang dinamis.

                        Hampir semua universitas ternama di kedua negara tersebut mensyaratkan skor IELTS yang baik sebagai bukti kemahiran berbahasa Inggris Anda, bahkan untuk program yang tidak diajarkan dalam bahasa Inggris sekalipun.

                        Kampung Inggris Malang FLIP Education hadir untuk menjadi mitra Anda dalam langkah krusial ini. Dengan program persiapan IELTS yang dirancang oleh para ahli, kami akan membekali Anda dengan semua strategi, pengetahuan, dan kepercayaan diri yang dibutuhkan untuk meraih skor impian.

                        Persiapan matang di FLIP Education akan membuat rencana studi di luar negeri Anda lebih mulus dan terarah. Jangan biarkan kerja keras Anda dalam meriset biaya hidup di Jepang menjadi sia-sia karena terganjal syarat bahasa. Hubungi FLIP Education sekarang juga dan mulailah perjalanan Anda dengan langkah yang paling tepat.